Aku bukanlah seorang laki-laki yang terlahir dari goresan pena kedua orang tuaku, bukan pula terlahir dari kumpulan buku-buku yang tertata rapi dalam lemari kayu yang diletakkan di pojok kanan rumahku. Inilah Aku, kebebasan adalah hidupku. Sejak lahir Aku slalu saja bertentangan dengan kedua orang tuaku, slalu saja ada sanggahan pada setiap keputusannya yang tidak sesuai dengan isi kepalaku. Bagiku, Aku bersama akalku adalah benar. Iya, Aku adalah seorang anak laki-laki yang keras kepala. Mau menang sendiri tanpa menghiraukan orang-orang disekitarku. Dengan sifatku yang ugal-ugalan gak karuan sepertinya tidak mungkin Aku bisa menulis atau mengarang bait-bait puisi indah itu. Apalagi Aku bukanlah seorang yang gemar membaca, pantas saja nilai ulangan sejarahku slalu saja buruk. Huhuhu…
Menjadi penulis memang tidak pernah terlintas dalam daftar cita-citaku. Sejak kecil Aku tergila-gila pada mesin waktu, meskipun itu hanya ada dalam sebuah film, namun ingin rasanya Aku wujudkan untuk perkembangan ilmu dan teknologi, hahaha… hingga hampir tiap waktu Aku dimarahi oleh mamaku karena mainan elektrik yang Aku punya slalu saja tidak bertahan lama di tangan usilku ini. Mobil-mobilan listrik itupun kini tlah memiliki lampu di sisi kanan dan kirinya, dan tiap Aku ke bengkel bersama papa, slalu saja Aku pungut itu yang namanya baut atau mur agar mobil-mobilanku tampak lebih unik. Aneh memang, awalnya kedua orang tuaku mengira Aku akan jadi seorang mekanik yang aneh. Tapi tidak, Aku tidak berjodoh dengan dunia perbengkelan.
Hingga suatu hari…
Awal 2008 adalah tahun yang indah bagiku, dan segala keindahan terpancar di tahun ini. Diawal perkenalanku dengan dunia maya Aku dikenalkan dengan yang namanya blog dan friendster [pada saat itu facebook belum melesat ke permukaan]. Dua media maya ini katanya mudah bagiku untuk menjelajahi seluruh dunia, karena karyaku bisa diakses dari mana saja, dari permukaan bumi timur hingga barat, utara dan selatan.
Aku bukanlah orang yang suka akan hal-hal romantis dan karya seni berupa tulisan-tulisan indah bernada cinta seperti puisi. Namun seorang teman yang tiba-tiba memberikan komentar di http://elzacky.blog.friendster.com/
cukup mengejutkan Aku. Pujiannya pada tulisanku membakar pikiranku untuk terus menarikan jemariku di papan elektrionika dengan layar 12” ini. Aku memang tak pernah menyangka bahwa puisi-puisi itu bisa dikatakan bagus, lagian kan Aku buatnya iseng-iseng aja. puisi itu hadir bersama cinta dalam hatiku. Ya, kekuatan cinta memang dahsyat, batu terasa ringan bagai kapas, hal yang tidak pernah kucita-citakan kini menjadi hal yang membuatku riang berekspresi dengan apa yang kurasakan, ya Aku tulis saja.
Pujian mengalir deras pada puisi-puisi karanganku yang Aku pun tidak percaya jika mereka menyukainya. Aneh, banyak orang yang bilang Aku ini aneh. Tapi bagiku lebih baik aneh tapi kreatif daripada hanya duduk tanpa hasil apapun sama saja kosong. Hari-hari berikutnya seorang teman mengajakku mengelola sebuah buletin kampus, hatiku girang saat itu layaknya seorang anak yang dibelikan mobil-mobilan kesukaannya yang tlah lama didamba-dambakan. Tidak menunggu untuk waktu yang lama, “ya” jawabku dengan tegas. Tulisan-tulisanku pun dipercaya untuk menghiasi halaman utama dari buletin tersebut yang dibaca oleh seluruh akademika kampusku. Meskipun tulisanku berupa kritikan yang sering dapat kecaman dari para dosen yang tersinggung, ya itulah sebuah karya maklumilah karena Aku masih pemula dalam menuliskan berita.
“Bila ingin menguasai dunia, kuasailah media” kata-kata ini pernah diucapkan seorang dosenku yang bercerita tentang tragedi 11 september [pesawat yang menabrak WTC] faktanya kejadian itu hanyalah rekayasa semata. Itulah kekuatan media, semuanya bisa diputar balikkan. Aku gak tau apakah Aku akan menjadi sorang penulis hebat nantinya, namun Aku akan terus menulis walaupun beberapa media telah menolak puisi karyaku, ya anggap saja media tersebut telah menggodaku untuk dapat menulis dengan lebih indah lagi. Ya kan??? Hehehe…
Menulis kelihatannya payah dan banyak aturan yang mengikat, tapi setelah dicoba ternyata alangkah mudahnya menarikan jemari di papan elektronik untuk memanggil huruf-huruf kedalam sebuah kata yang dirangkai menjadi sebuah kalimat penuh makna. Sesuatu yang belum dicoba ya mana tahu bisa atau tidak, gagal adalah hal biasa dalam hidup ini. Coba ingat-ingat kembali kegagalan yang dialami oleh Sir Thomas Alpha Edison, bila dia menyerah pada saat itu, mungkin sekarang kita masih hidup dalam kegelapan tanpa ditemukannya sebuah bola lampu pijar.
Bila suatu saat novel karanganku bisa menembus best seller [ini mimpi]. Waw…itu suatu hal yang luar biasa, berarti mimpiku jadi kenyataan. Teruslah bermimpi, kejar dan wujudkan impian itu karena tidak ada yang tidak mungkin ketika kita berkerja keras untuk mewujudkannya. Allah tidak akan mengubah suatu kaum bila kaum itu tidak merubah nasibnya sendiri.
Teruslah bermimpi, tetralogi Laskar Pelangi sungguh menggoda dan suatu saat Aku bisa melakukan seperti yang pernah ditorehkan oleh Andrea Hirata, impian kan jadi kenyataan. Nothing Imposible In This World. Bila dari tidak bisa menjadi bisa menulis, kenapa tidak bila suatu saat Aku bisa menciptakan sebuah karya yang fenomenal. Hahaiii…
Bakat menulisku menghasilkan sesuatu yang luar biasa, dari sebelumnya buku adalah musuh utamaku, kini Aku mulai menyukainya. Walaupun Aku lebih suka membaca novel daripada buku-buku kuliahan, tak apalah…. Tapi menulis sekarang menjadi sebuah kenikmatan tersendiri bagiku yang lebih suka berhadapan dengan laptop usangku daripada berkeliaran gak jelas ntah kemana rimbanya. Karena Aku memang ingin menjadi seorang PENULIS HEBAT.
Pada saat mengecek email beberapa hari yang lalu, Jonru informasikan tentang adanya lomba menulis dengan tema “Saya Ingin Menjadi Penulis Hebat!”, ya setidaknya Aku ikut dan ingin mengasah sejauh mana tulisanku bisa diterima masyarakat secara luas. Memang agak aneh dan sering disebut salah jurusan bila Aku menapakkan pikiranku dalam jalur “menulis” ini. Lomba dengan hadiah yang sangat menggiurkan ini akan sangat membantu Aku untuk mengembangkan bakat menulisku ke depannya, dari tidak bisa menjadi bisa adalah semangatku untuk dapat terus berkarya dalam tiap detiknya huruf-huruf yang kurangkai. Karena dalam menulis yang dibutuhkan hanyalah terus berpikir dan berimajinasi. Dan hanya ada satu kata untuk ini, “AKU BISA”. InsyaAllah
Ketika membaca buku “CARA DAHSYAT MENJADI PENULIS HEBAT” dalam bentuk trialnya saja sudah membakar semangatku untuk terus menulis, memang Jonru sangat luar biasa dalam mengobarkan semangat penulis-penulis muda Indonesia untuk terus berkarya. Karena perjuangan tidak hanya dengan senjata, namu kedahsyatan sebuah tulisan begitu bermakna. I’m The Winner…
Komentar Terakhir